Wartawarga

Minggu, 14 Desember 2014

Laporan keuangan






Laporan keuangan terbagi mkenjadi 4 diantaranya :

1. Laporan laba rugi (income statement) : menyajikan pendapatan dan beban serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan selama suatu periode waktu tertentu.

2. Laporan ekuitas pemilik (owners equity statement ) : merangkum perubahan-perubahan yang terjadi pada ekuitas pemilik selama suatu periode waktu tertentu.

3. neraca (balance sheet) : melaporkan aset,kewajiban dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.

4. Laporan arus kas (statement of cash flows) : merangkum seluruh informasi mengenai arus kas masuk (penerimaan-penerimaan) dan arus kas keluar (pembayaran-pembayaran) untuk periode waktu tertentu.




setiap laporan akan memberikan data keuangan yang relevan kepada manajemen,pemilik maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Sabtu, 06 Desember 2014

isoquant dan isocost



1. Tujuan Perusahaan



Memaksimumkan keuntungan dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”. Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.

Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan. Ada perusahaan yang menekankan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukan pertimbangan politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan dicapai. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan tujuan mencari keuntungan yang maksimum.



2. Pengertian Produksi Menurut Ahli



A. Menurut Magfuri adalah mengubah barang agar mempunyai kegunaan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi produksi merupakan segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna atas suatu benda yang ditunjukkan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran (Magfuri, 1987 : 72).

B. Menurut Ace Partadireja setiap proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dinamai proses produksi karena proses produksi mempunyai landasan teknis yang dalam teori ekonomi disebut fungsi produksi (Ace Partadireja, 1987 : 21).

C. Dr. Muhammad Rawwas Qalahji memberikan padangan kata “produksi” dalam bahasa Arab dengan kata al-intaj yang secara harfiyah dimaknai dengan ijadu sil’atin (mewujudkan atau mengadakan sesuatu) atau khidmatu mu’ayyanatin bi istikhdami muzayyajin min ‘anashir al-intaj dhamina itharu zamanin muhaddadin (pelayanan jasa yang jelas dengan menuntut adanya bantuan pengabungan unsur-unsur produksi yang terbingkai dalam waktu yang terbatas).

Jadi dapat disimpulkan pengertian produksi adalah usaha untuk menciptakan /menambah nilai ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

3. The Law Of Diminishing Return (Hukum hasil yang menurun)

Dalam ekonomi, hasil yang semakin menurun ( juga disebut sebagai hasil tambahan yang semakin menurun ) merujuk pada bagaimana nilai penambahan produksi dari sebuah faktor produksi mulai mengalami penurunan, saat faktor produksi tersebut meningkat, berlawanan terhadap peningkatan yang seharusnya normal diharapkan.

Berdasarkan hubungan ini, dalam sebuah system produksi dengan input-input tetap dan variabel, ( seperti ukuran pabrik dan jumah tenaga kerja ), setiap tambahan unit faktor produksi variabel (yaitu, orang-jam) menghasilkan peningkatan yang semakin mengecil pada output, yang berarti juga mengurangi produktivitas setiap pekerja. Sebaliknya, memproduksi satu unit output membutuhkan biaya yang lebih besar (karena jumlah input variabel utama yang digunakan, pengaruhnya sangat kecil).

Konsep ini juga dikenal sebagai Hukum Hasil Tambahan Yang Semakin Menurun atau Hukum Peningkatan Biaya Relatif.

CONTOH:

sebuah pabrik yang memiliki jumlah modal yang tetap, atau peralatan dan mesin, dan penawaran variable tenaga kerja. Saat perusahaan meningkatkan jumlah pekerja, hasil total perusahaan meningkat namun, jumlah peningkatannya selalu menurun. Hal ini disebabkan, setelah titik tertentu, pabrk menjadi terlalu sesak dan pekerja mulai mengantri untuk menggunakan mesin-mesin. Solusi jangka panjang bagi masalah ini adalah meningkatkan modal tetap perusahaan, seperti membeli mesin-mesin baru dan membangun lebih banyak pabrik.

4. Siklus Tahap-tahap Produksi

Tiga tahap produksi:



 Tahap I (stage I), sampai pada saat AP maksimum.Pada tahap I, penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi total maupun produksi rata-rata. Karena itu hasil yang diperoleh dari tenaga kerja masih jauh lebih besar dari tambahan upah yang harus dibayarkan. Perusahaan rugi jika berhenti produksi pada tahap ini ( slope kurva TP meningkat tajam).

Tahap II (stage II), antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol. Pada tahap II, karena berlakunya LDR, baik produksi marjinal maupun produksi rata-rata mengalami penurunan. Namun demikian nilai keduanya masih positif. Penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai nilai maksimum (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).

Tahap III (stage III), saat MP sudah bernilai < nol (negatif).Pada tahap III, perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi, karena pertambahan tenaga kerja justru menurunkan produksi total. Perusahaan akan mengalami kerugian (slope kurva TP negatif).


5. Analisis Produksi dalam Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Ø Dimensi jangka pendek (short run) yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan.

Ø Dimensi jangka panjang (long run) merupakan satu waktu di mana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah.

6. Model Produksi dengan Satu Faktor Produksi Variabel

Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap faktor produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja.

Rumus : Q = f (K,L)

Q = tingkat output

K = barang modal

L = tenaga kerja / buruh

v Produksi total, produksi marjinal, dan produksi rata-rata.

a. Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total faktor produksi.

Rumus : TP = f (K,L)

TP = produksi total

K = barang modal (yang di anggap konstan)

L = tenaga kerja/buruh

b. Produksi marjinal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi.

c. Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi.

7. Model Produksi dengan Dua Faktor Produksi Variabel

Dalam studi ekonomi yang lebih lanjut, pembahasan alokasi faktor-faktor produksi (lebih dari dua macam faktor produksi) secara efisien akan menggunakan model ekonometrika. Dalam model produksi dua faktor produksi variabel ini, analisis cukup manggunakan penjelasan grafis dan matematika sederhana.

8. Kurva produksi sama (isoquant)
                      Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu yang menghasilkan tingkat produksi yang sama

Isoquant menunjukan kombinasi dua macam input yang berbeda yang menghasilkan output yang sama.

Ciri-ciri isoquant :

1. Mempunyai kemiringan negatif.

2. Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output.

3. Isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya.

4. Isoquant cembung ke titik origin.

9. kurva biaya sama (isocost)

Kurva anggaran produksi (isocost) adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama.jika harga actor produksi tenaga adalah upah(w)dan harga faktor produksi barang modal adalah sewa (r) maka kurva isocost (I) adalah :

I = rK + wL

Sudut kemiringan kura isocost adalah rasio harga kedua faktor produksi.jika terjadi perubahan hargafaktor produksi,kurva 1 berotasi.jika yang berubah adalah kemampuan anggaran,kurva isocost bergeser sejajar.

Menunjukkan semua kombinasi dua macam input yang dibeli perusahaan dengan pengeluaran total dan harga faktor produksi tertentu.

10. Keseimbangan Produsen

Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva 1 bersinggungan dengan kurva Q.dititik persinggungan itu kombinasi penggunaan kedua faktor produksi akan memberikan hasil output yang maksimum.keseimbangan dapat berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun harga faktor produksi.analisis perubahan keseimbangan produsen analogis dengan analisis perilaku konsumen.

Perubahan jumlah faktor produksi yang digunakan merupakan interaksi kekuatan efek subtitusi(substitution effect)dan efek skala produksi (output effect)karena itu produsen juga mengenal faktor produksi interior,yaitu faktor produksi yang penggunaannya justru menurun bila kemampuan anggaran perusahaan meningkat (kemampuan memproduksi meningkat).

Dalam mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi,yaitu maksimal output (output maximalization) atauminimaliz biaya (cost minimalization).prinsip maksimalisasi output menyatakan bahwa dengan anggaran yang sudah ditentukan,dicapai out put maksimum prinsip minimalisasi biaya menyatakan target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum.

Keputusan maksimalisasi output atau minimalisasi faktor produksi sangat tegantung pada tujuan atau misi yang diemban perusahaan atau lembaga.tetapi lembaga-lembaga yang tidak berorientasi laba maksimum (nir laba atau non profit)seperti lembaga-lembaga swadaya masyarakat,menggunakan prinsip minimalisasi biaya.

11. Biaya Ekonomis

Biaya ekonomis adalah besarnya pengorbanan atas barang alternatif yang hilang dan tidak dapat diproduksi. Bila karyawan pabrik konveksi bekerja memproduksi baju maka pada waktu yang sama karyawan tersebut tidak dapat memproduksi celana. Biaya ekonomis dibagi menjadi dua yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit berupa pembayaran-pembayaran perusahaan untuk menyewa tenaga kerja, mesin-mesin, jasa transportasi dan membeli bahan baku. Sedangkan biaya implisit merupakan biaya faktor produksi milik sendiri, seperti modal sendiri yang dipakai hingga tidak perlu membayar bunga modal.

jenis-jenis badan usaha dan pertimbangannya



               Badan usaha adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau memberi layanan kepada masyarakat. Disebut kesatuan yuridis karena badan usaha umumnya berbadan hukum. Disebut kesatuan ekonomis karena faktor-faktor produksi badan usaha terdiri atas sumber daya alam, modal, dan tenaga kerja dikombinasikan untuk mendapat laba atau member layanan kepada masyarakat. Badan usaha yang bertujuan untuk mencari laba pada umumnya dimiliki oleh pihak swasta, seperti PT Astra, PT Indofood, dan PT Unilever.

Pada pengertian sehari-hari sebagian orang menganggap bahwa antara badan usaha dan perusahaan memiliki pengertian yang sama. Pandangan yang menyamakan badan usaha dan perusahaan dapat dimaklumi karena badan usaha dan perusahaan merupakan satu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan. Namun, diantara keduanya terdapat perbedaan. Badan usaha merupakan kesatuan yuridis ekonomis, sedangkan perusahaan merupakan kesatuan teknis dalam produksi. Sebenarnya, perusahan adalah bagian dari badan usaha yang tugasnya menghasilkan barang dan jasa.

Jenis-jenis badan usaha dapat dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, kepemilikan modal, dan wilayah Negara. 


Jenis badan usaha berdasarkan kegiatan yang dilakukan, terdiri dari:

1. Badan Usaha Ekstraktif: Badan usaha ini mengambil apa yang telah tersedia di alam. Contoh badan usaha ekstraktif: PT Pertamina dan PT Bukit Asam.

2. Badan Usaha Agraris: Badan usaha ini berusaha membudidayakan tumbuh-tumbuhan atau segala kegiatan yang berkaitan dengan pertanian. Contoh badan usaha agraris: PT Perkebunan Negara, Badan Usaha Pembibitan, dan Badan Usaha Tambak.

3. Badan Usaha Industri: Badan usaha ini berusaha meningkatkan nilai ekonomi barang dengan jalan mengubah bentuknya. Contoh badan usaha industri: PT Kimia Farma.

4. Badan Usaha Perdagangan: Badan usaha ini bergerak dalam aktivitas yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang tanpa mengubah bentuknya untuk memperoleh keuntungan. Contoh badan usaha perdagangan: PT Matahari.

5. Badan Usaha Jasa: Badan usaha ini memenuhi kebutuhan konsumen dengan jalan menyediakan jasa kepada masyarakat. Contoh badan usaha jasa: PT Bank Rakyat Indonesia.

Jenis-jenis badan usaha berdasarkan kepemilikan modal, terdiri dari:

1. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS): Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta (nasional dan asing) dan mempunyai tujuan utama mencari laba.

2. Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang pemilik modalnya adalah Negara atau pemerintah. Contoh BUMN: PT Kereta Api, PT Timah Bangka, dan PT Peruri.

3. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD): Badan Usaha Milik Daerah adalah badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Contoh BUMD: Bank Pembangunan Daerah (BPR).

4. Badan Usaha Campuran: Badan usaha campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian dimiliki swasta dan sebagian lagi dimiliki oleh pemerintah. Contoh Badan usaha campuran: PT Pembangunan Jaya yang modalnya dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta dan pihak swasta.

Jenis-jenis badan usaha berdasarkan wilayah negara, terdiri dari:

1. Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri: Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh masyarakat Negara itu sendiri.

2. Badan Usaha Penanaman Modal Asing: Badan Usaha Penanaman Modal Asing adalah badan usaha milik masyarakat luar negeri yang beroperasi di dalam negeri.

Badan usaha mempunyai fungsi antara lain fungsi komersial, fungsi sosial, dan fungsi pembangunan ekonomi.

a.  Fungsi Komersial: Salah satu tujuan badan usaha adalah untuk memperoleh keuntungan. Untuk memproleh keuntungan secara optimal, setiap badan usaha harus menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing.

b. Fungsi Sosial: Fungsi sosial badan usaha berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya, dalam penggunaan tenaga kerja, hendaknya badan usaha lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan disekitar badan usaha.

c. Fungsi Pembangungan Ekonomi: Badan usaha merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional dan dapat membantu pemerintah dalam peningkatan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat.



Pertimbangan dalam Memilih Badan Usaha

1. Dalam beroperasi, perusahaan haruslah memiliki badan usaha tertentu agar perusahaan tersebut memiliki legalitas untuk menjalankan kegiatannya. Keberadaan badan usaha perusahaan akan melindungi perusahaan dari segala tuntutan akibat aktivitas yang dijalankannya.

2. Karena badan usaha perusahaan memberikan kepastian berusaha, sehingga kekhawatiran atas pelanggaran hukum akan terhindar, mengingat badan usaha, khususnya yang berbadan hukum perusahaan, memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi.

3. Pendirian suatu badan hukum perusahaan haruslah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Ada beberapa faktor untuk memilih badan usaha yang akan dijalankan. Dalam praktiknya.

 pertimbangan utama pemilihan bentuk badan hukum perusahaan antara lain:

1. Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik

Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung jawab. Semua pengusaha tentu ingin memiliki kendali atas bisnisnya. Namun setiap pengendalian tersebut memiliki konsekwensi dengan tanggung jawab hukum sesuai dengan pilihan badan usahanya.

2. Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian

Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung jawabnya.

3. Kemudahan memperoleh modal

Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.

4. Perkembangan usaha

Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.

5. Kewajiban dari peraturang Perundang-undangan

Dalam bisnis tertentu, peraturan telah menggariskan adanya jenis badan usaha yang harus dipilih untuk dapat menjalankan bisnis. Semisal dalam pendirian Bank dan Rumah Sakit haruslah berbadan hukum PT. Dengan demikian, tidak ada pilihan bagi pengusaha untuk memilih badan usaha lainnya.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki visi yang jauh ke depan

Kelebihan Perseroan Terbatas


1. Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utang perusahaan. Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang saham dan kebetulan perusahaan punya utang, anda hanya bertanggung jawab sebesar modal yang anda setorkan. Tidak lebih.

2. Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada beberapa pemilik. Pemilik dapat berganti-ganti.

3. Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain.

4. Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya, misalnya dengan mengeluarkan saham baru.

5. Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber modal untuk itu secara efisien. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap, anda bisa ganti dengan yang lebih cakap.


Perusahaan perseorangan merupakan bentuk badan usaha yang hanya dimiliki oleh satu orang dan menanggung seluruh resiko secara pribadi.

Adapun keuntungan yang diperoleh jika memilih perusahaan perseorangan adalah sebagai berikut:

1. Pendirian perusahaan perseorangan sangat mudah dan tidak berbelit-belit;

2. Perusahaan perseorangan cocok untuk usaha yang relatif kecil atau mereka yang memiliki modal dan bidang usaha yang terbatas;

3. Tidak terlalu memerlukan akta formal (akta notaris), sehingga pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya yang berlebihan;

4. Memilki keleluasaan dalam hal mengambil keputusan, baik menentukan arah perusahaan atau hal-hal yang berkaitan dengan keuangan perusahaan;

5. Dalam hal peraturan, tidak terlalu banyak peraturan pemerintah yang mengatur perusahaan jenis ini, sehingga pemilik bebas melakukan aktivitasnya;

6. Dalam hal pajak pemilik tidak perlu membayar pajak badan, namun semua pendapatan tetap harus bayar pajak perorangan; dan semua keuntungan menjadi milik pemilik dan dapat digunakan secara bebas oleh pemilik.

Sementara itu, keterbatasan atau kerugian perusahaan perorangan antara lain dalam hal:

1. Permodalan – Lebih sulit memperoleh modal, yang artinya jika perusahaan perorangan ingin mendapatkan tambahan modal atau investasi dari perbankan relatif sulit, terutama untuk jumlah yang besar.

2. Ikut tender – Perusahaan perorangan relatif sulit mengikuti tender, karena kesulitan untuk memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen dan jumlah dana yang tersedia.

3. Tanggung jawab – Pemilik perusahaan perseorangan bertanggung jawab terhadap utang perusahaan secara penuh.

4. Kelangsungan hidup – Biasanya kelangsungan hidup atau umur perusahaan relatif lebih singkat. Hal ini disebabkan sulitnya mencari pengganti pemilik perusahaan apabila pemilik meninggal dunia, sehingga terjadi kevakuman yang menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan berakhir.

5. Sulit berkembang – Perusahaan akan sulit berkembang jika menggunakan badan usaha perseorangan. Hal ini dikarenakan kesulitan dalam mengelola usaha yang hanya berada dalam satu tangan. Sehingga jika ingin memperbesar perusahaan harus mengubah badan usahanya terlebih dahulu.

6. Administrasi yang tidak terkelola secara baik

akuntansi berbasis akural



1. Menjelaskan tentang akuntansi berbasis akural : bahwa peristiwa-peristiwa yang mengubah laporan keuangan perusahaan harus dicatat pada periode terjadinya dan bukan pada periode ketika perusahaan menerima atau membayar kas.

2. Accrual-basic accounting (akuntansi berbasis akural) : mencatat akuntansi yang mengubah laporan keuangan perusahaan pada periode terjadinya.

3. Accurued expenses (akural beban atau beban yang masih harus dibayar) : beban yang telah terjadi tetapi belum dibayarkan kasnya atau belum dicatat.

4. Accurued revenues (akural pendapatan atau pendapatan yang masih harus dibayar) : pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum diterima kasnyastsu belum dicatat.







bidang akuntansi interen



Akuntansi beban menganalisis beban perusahaan untuk membantu manajemen dalam pengawasan beban. Biasanya akuntansi beban ditekankan pada beban produksi. Tetapi akhir-akhir ini penekanan atas beban pemasaran juga semakin meningkat. Selain untuk pengawasan akuntansi beban yang baik akan membantu manajemen dalam berbagai hal, antara lain untuk penetapan harga jual produknya sehingga diperoleh laba yang lebih besar.selain itu akuntansi beban dapat member informasi kepada manajemen tentang produk mana yang tidak menguntungkan sehingga produksinya harus dihentikan dan produk mana yang akan menguntungkan.

Peranggaran menetapkan sasaran penjual dan laba, serta perencanaan yang terinci untuk mencapai sasaran tersebut. Penyusunan anggaran selalu memperhatikan data masalalu yang dilaporkan dalam laporan akuntansi. Anggaran juga digunakan untuk mengawasi jalannya operasi perusahaan melalui perbandingan antara data yang sesungguhnya dengan anggaran. Oleh karena itu perusahaan biasanya memandang kegiatan peranggaran sebagai aspek yang penting dari system akuntansinya.

Perancangan system informasi mengidentifikasi kebutuhan informasi untuk kepentingan intern maupun ekstern.setelah kebutuhan informasi diketahui selanjutnya dirancang dan dikembangkan system yang sesuai. System informasi akuntansi sangat membantu dalam mengawasi jalannya operasi suatu perusahaan.

Audit interen adalah audit yang dilakukan oleh auditor interen perusahaan. Perusahaan-perusahaan besar umumnya memiliki staf audit interen. Para auditor interen bertugas untuk mengevaluasi system akuntansi dan manajemen.tujuan pokonya adalah untuk membantu manajemen dalam memperbaiki efisien operasi dan untuk menjamin bahwa para karyawan dan bagian-bagian perusahaan telah melaksanakan prosedur dan rencana yang ditetapkan manajemen.

Jumat, 05 Desember 2014

Bidang akuntansi publik




Audit atas laporan keuangan (auditing) adalah bidang pekerjaan profesi akuntansi paling utama diberikan kepada public (umum). Audit atas laporan keuangan adalah pemeriksaan secara independen untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disusun manajemen bagi para investor, kreditur,dan pihak luar lainnya. Laporan keuangan yang disusun oleh manajemen,seringkali tidak dipercaya oleh pihak-pihak luar karena adanya perbedaan kepentingan antara manajemen dengan pemakai laporan lainnya. Hasil pemeriksaan akuntan public dituangkan dalam laporan yang disebut laporan auditor independen. Apabila akuntan public yakin bahwa laporan keuangan menyajikan informasi secara wajar maka ia akan memberikan pendapatannya bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi.

Akuntansi perpajakan adalah jasa akuntan public yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tujuan yang inigin dicapai dengan pmberian jasa ini adalah : untuk memenuhi peraturan perpajakan yang berlaku dan untuk membantu membuat perencanaa pajak (tax planning)

Konsultasi manajemen adalah pemberian jasa yang meliputi aspek yang luas. Biasanya jasa ini diberikan bersaman dengan pemeriksaan atas laporan keuangan. Sebagai auditor akuntan biasanya mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai operasi perusahaan yang diperiksanya. Oleh karena itu akuntan public dapat memberikan berbagai pertimbangan dan saran kepada manajemen untuk memperbaiki hasil operasi perusahaan yang menggunakan jasanya.

profesi akuntansi



Kebutuhan akan jasa akuntansi meningkat pesat dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan dunia bisnis.

Akuntansi dapat bekerja dalam bidang

1. Akuntansi interen : akuntan yang bekerja dalam sebuah perusahaan (organisasi yang bertujuan mencari laba) atau suatu organisasi nirlaba.

2. Akuntansi public : akuntan beserta stafnya yang bekerja untuk member jasa akuntasi bagi masyarakat (public).



Akuntansi intern

Lingkup aktivitas dan jabatan-jabatan dalam bidang akuntansi intern sangat beraneka ragam. Akuntan intern disebut juga akuntan manajemen. Apabila mereka bekerja dalam perusahaan manufaktur, mereka disebut akuntan beban (cost accountant) karena beban dalam perusahaan manufaktur seringkali sangat kompleks sehingga dibutuhkan akuntan yang khusus menanganinya. Akuntan kepala dalam perusahaan besar disebut kontroler. Tidak hanya organisasi bisnis yang memperkerjakan akuntan intern tetapi juga pemerintah serta organisasi nirlaba.

Untuk dapat menjadi seorang akuntan menejemen yang handal anda dituntut untuk memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh asosiasi akuntan manajemen yang menyelenggarakan program pelatihan dan ujian sertifikasi. Karena sertifikasi manajemen ini merupakan bukti bahwa pemegangnya kompeten dibidang akuntasi manajemen.sebagai syarat untuk menjadi seorang akuntan manajemen bersertifikasi anda haruslah seorang sarjana yang telah berpengalaman kerja dibidang akuntansi intern dan telah lulus ujian sertifikasi.

Selain akuntan manajemen, bidang pekerjaan yang dipandang sangat penting dan menarik adalah auditor intern yaitu akuntan yang bertugas mengaudit akuntansi dan prosedur operasi yang dilaksanakan oleh entitas tempat ia bekerja.akuntan yang berspesialisasi dalam auditing interen harus memiliki sertifikat auditor intern.

Akuntansi public

Dalam bidang akuntansi public seorang akuntan dapat berpraktik secara perseorangan atau bisa juga sebagai bagian atau anggota dari suatu kantor akuntan public. Untuk dapat menjadi seorang akuntan public harus dipenuhi syarat berpendidikan,pengalaman,dan ujian khusus. Syarat-syarat tersebut tidak persis sama antara Negara satu dengan bnegara lainnya,bahkan diamerika serikat persyaratan dinegara bagian yang satu bisa berbeda dengan dinegara bagian lainnya.

Di Indonesia berlaku syarat pendidikan yang agak berbeda dengan Negara lain. Seorang calon akuntan harus lulus program S1 jurusan akuntansi (dari suatu universitas atau pergurusan tinggi) yang kemudian diikuti dengan mengikuti program pendidikan profesi akuntansi (PPA) sehingga ia dapat menyandang sebutan profesi “akuntan” atau disingkat “Ak” dibelakang namanya.

Penyelenggaraan program pendidikan akuntansi adalah lembaga pendidikan tinggi yang telah mendapat persetujuan dari direktorat jendral pendidikan tinggi departemen pendidikan nasional. Pengalaman kerja disebuah kantor akuntan public diperlukan sebagai tempat magang selama beberapa tahun. Selain itu yang bersangkutan harus menempuh ujian sertifikasi akuntan public yang diselenggarakan oleh organisasi profesi (ikatan akuntan Indonesia) apabila lulus maka yang bersangkutan dapat disebut akuntan public bersetifikat (BAP)