Wartawarga

Rabu, 06 Januari 2016

MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN






MANAJEMEN KEUANGAN


MANAJEMEN PERSEDIAAN










DOSEN                        :

KELAS                        :

NAMA ANGGOTA    :






UNIVERSITAS GUNADARMA

2015/2016




DAFTAR ISI



BAB I

PENDAHULUAN


I. Latar Belakang …………………………………………………….. .

II. Tujuan ……………………………………………………………..

III. Manfaat ……………………………………………………………..

BAB II

PEMBAHASAN


I. Pengertian Persediaan …………………………………………….. 1.

II. Jenis-jenis Persediaan ……………………………………………..2.

III. Perputaran Persediaan …………………………………………… 3.

IV. Jenis-jenis Biaya Persediaan …………………………………….. 4.

V. Analisa Persediaan ………………………………………………... 5.

VI. Pengendalian Sistem Persediaan …………………………………. 6.

VII. Model Analisa Persediaan ………………………………………. 7.

VI.I. Just In Time ……………………………………………….......... 7.

VI.II. Outscourcing …………………………………………….......… 9.

VI.III. Sistem Pengendalian ABC …………………………............… 11.

VI.IV. Material Requitment ………………………………….....…… 13.

BAB III

PENUTUP












KATA PENGANTAR



Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan ridhonya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik. Makalah ini kami susun untuk menambah wawasan tentang Manajemen Keuangan khususnya yang berkaitan dengan Manajemen Persediaan. Penulisan ini diharapkan mahasiswa lebih memahami secara detail tentang pentingnya Persediaan persediaan, jenis-jenis dan cara menentukan persediaan yang optimal. Dalam penulisan ini kami mencari referensi dari berbagai buku dan informasi-inforasi lain sehingga lebih menambah wawasan dalam penulisan ini. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk perbaikan kami dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.




BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang



Pertumbuhan perusahaan yang meningkat dalam rangka meraih pangsa pasar yang lebih besar dibutuhkan persediaan yang sangat besar dalam menunjang pertumbuhan penjualan perusahaan. Pengelolaan persediaan yang baik di perusahaan sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan penjualan. Kekurangan persediaan sangat menggagu jalannya operasional perusahaan yang selanjutnya akan menggangu strategi pemasaran perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak diperusahaan juga akan mengakibatkan adanya kerusakan bahan baku yang menumpuk digudang dan kemungkinan menimbulkan biaya yang cukup besar Untuk itu dibutuhkan manajemen persediaan yang efektif agar perusahaan dapat menjalankan usahanya dengan lancar. 



II. Tujuan


1. Apa pengertian persediaan ?

2. Apa jenis-jenis persediaan ?

3. Apa jenis biaya persediaan ?

4. Bagaimana analisa persediaan ?

5. Bagaimana sistem pengendalian persediaan ?

6. Bagaimana model analisa persediaan ?

7. Apa pengertian just in time ?

8. Apa pengertian outscourcing ?

9. Bagaimana sistem pengendalian abc ?

10. Apa materian requitment ?


III. Manfaat


Menjelaskan secara lebih rinci dan detail mengenai manajemen persediaan.Dengan mengetahui hal tersebut, kita dapat mempraktek kan konsep manajemen persediaan di dalam perusahaan.










BAB II

PEMBAHASAN



I. PENGERTIAN PERSEDIAAN


Persediaan didefinisikan sebagai barang jadi yang disimpan atau digunakan untuk dijual pada periode mendatang, yang dapat berbentuk bahan baku yang disimpan untuk diproses, barang dalam proses manufaktur dan barang jadi yang disimpan untuk dijual maupun diproses. 

Persediaan diterjemahkan dari kata “inventory” yang merupakan timbunan barang (bahan baku, komponen, produk setengah jadi atau produk akhir) yang secara sengaja disimpan sebagai cadangan (safety atau buffer-stock) untuk manghadapi kelangkaan pada saat proses produksi sedang berlangsung. 

I.I. Pengertian Persediaan/Inventory Menurut Para Ahli

1. Pengertian Inventory Menurut Koher, Eric L.A adalah baan baku dan penolong, barang jadi dan barang dalam produksi dana barang-barang yang tersedia, yang dimiliki dalam perjalanan dalam tempat penyimpanan atau konsinyasikan kepada pihak lain pada akhir periode

2. Pengertian Inventory Menurut Ristono (2009) adalah suatu teknik untuk manajemen material yang berkaitan dengan persediaan

3. Pengertian Inventory Menurut Lalu Sumayang (2003) Adalah simpanan material yang berupa bahan mentah, barang dalam proses dan barang jadi

4. Pengertian Inventory Menurut Hani Handoko (2000) adalah suatuistilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan.


II. JENIS-JENIS PERSEDIAAN

Menurut (Harnanto, 1994), bagi perusahaan dagang yang di dalam usahanya adalah membeli dan menjual kembali barang-barang, pada umumnya jenis persediaan yang dimiliki adalah:

1. Persediaan barang dagang untuk menyatakan barang-barang yang dimiliki dengan tujuan akan dijual kembali di masa yang akan datang. Barang-barang ini secara fisik tidak akan berubah sampai barang tersebut dijual kembali.

2. Lain-lain persediaan seperti umumnya supplies kantor dan alat-alat pembungkus dan lain sebagainya. Barang-barang ini biasanya akan dipakai dalam jangka waktu relatif pendek dan akan dibebankan sebagai biaya administratif dan umum atau biaya pemasaran.

Bagi perusahaan manufaktur yang di dalam usahanya mengubah bentuk atau menambah nilai kegunaan barang, pada umumnya mengklasifikasikan jenis-jenis persediaan ke dalam berbagai kelompok sebagi berikut:

1. Persediaan bahan baku untuk menyatakan barang-barang yang dibeli atau diperoleh dari sumber-sumber alam yang dimiliki dengan tujuan untuk diolah menjadi produk jadi.

2. Persediaan produk dalam proses meliputi barang-barang yang masih dalam pengerjaan yang memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum barang itu dijual.

3. Persediaan produk jadi meliputi semua barang yang diselesaikan dari proses produksi dan siap untuk dijual. 

4. Persediaan bahan penolong meliputi semua barang-barang yang dimiliki untuk keperluan produksi, akan tetapi tidak merupakan bahan baku yang membentuk produk jadi, yang termasuk dalam kelompok persediaan ini antara lain minyak pelumas untuk mesin-mesin pabrik, lem, benang untuk menjilid dan buku-buku pada perusahaan percetakan.

5. Lain-lain persediaan, misalnya supplier kantor, alat-alat pembungkus seperti halnya pada perusahaan dagang.

III. PERPUTARAN PERSEDIAAN

Perputaran persediaan merupakan salah satu ratio dari aktifitas. Dalam bisnis perdagangan, kita akan membeli secara grosir dengan harga beli tertentu, kemudian menjual dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan untung/laba. Untuk mendapatkan untung/laba sebanyak-banyaknya maka harus menjual sebanyak-banyaknya.

Terkait dengan inventory, makin banyak inventory berarti akan banyak uang kas kita yang digunakan untuk membeli inventory. Uang kas yang banyak dipakai untuk membeli inventory ini akan mengurangi kas perusahaan kita dan kalau terlalu banyak yang dipakai bisa mengganggu arus kas (cash flow ) perusahaan. Di sisi lain kalau sedikit inventory kita tentu juga sulit menjual dengan cepat dan memuaskan pelanggan. Oleh karena itu jumlah barang/inventory harus cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tetapi juga baik dari sisi arus kas /cash flow.

Dengan pertimbangan di atas, diusahakan agar barang datang kemudian cepat jual, barang datang lagi dan jual lagi demikian seterusnya. Makin cepat perputaran ini, maka untung perusahaan akan semakin tinggi.

III.I. Manfaat Menghitung Perputaran Persediaan


Perhitungan Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) bagi suatu perusahaan sangatlah penting, yaitu antara lain :

1. Dapat diketahui apakah pengelolaan persediaan telah dilakukan dengan baik atau tidak.

2. Dapat diketahui kecepatan dari pergantian persediaan, dimana semakin tinggi pergantian persediaan, maka semakin tinggi biaya yang dapat dihemat sehingga laba perusahaan naik.

3. Pada dasarnya suatu perusahaan yang baik adalah apabila persediaan barang yang dijual/diproduksi cepat berganti sehingga biaya penyimpanan serta tingkat kerusakan barang semakin rendah yang dapat menyebabkan kenaikan laba perusahaan. 

IV. JENIS-JENIS BIAYA PERSEDIAAN

Secara umum dikatakan bahwa biaya sistem persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian yang timbul sebagai akibat adanya persediaan.

Biaya sistem persediaan terdiri dari biaya pembelian, biaya pengadaan, biaya pembuatan, biaya penyimpanan dan biaya kekurangan persediaan.

1. Biaya pembelian (purchasing cost) adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang. Besarnya biaya pembelian ini tergantung pada jumlah barang yang dibeli dan harga satuan barang. 

2. Biaya pengadaan (procurement cost) dibedakan atas dua jenis asal usul barang, yaitu: Biaya pemesanan (ordering cost) adalah semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar. Biaya ini meliputi biaya untuk menentukan pemasok (supplier), pengetikan pesanan, pengiriman pesanan, biaya pengangkutan, biaya penerimaan, dan lain-lain. Biaya ini diasumsikan konstan untuk setiap kali pesan.

3. Biaya pembuatan (setup cost) adalah semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiapkan produksi suatu barang. Biaya ini timbul dalam pabrik yang meliputi biaya menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, mempersiapkan gambar kerja, dan lain-lain.

4. Biaya penyimpanan (holding cost/carrying cost) adalah semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang. 

Biaya ini meliputi: biaya memiliki persediaan (biaya modal), biaya gudang, biaya kerusakan dan penyusutan, biaya kadaluwarsa, biaya asuransi, biaya administrasi dan pemindahan.

5. Biaya kekurangan persediaan (shortage cost) adalah biaya yang timbul jika persediaan tidak tersedia pada saat dibutuhkan. Biaya ini biasanya dapat diukur dari kuantitas yang tidak dapat dipenuhi, waktu pemenuhan dan biaya pengadaan darurat.

V. ANALISIS PERSEDIAAN

Berkembangnya dunia bisnis di Indonesia menyebabkan perusahaan harus bersaing secara sehat sehingga eksistensinya tetap bertahan dalam bisnis itu sendiri. Persaingan bisnis ini turut pula dirasakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang dagang maupun manufaktur. 

Agar kondisi perusahan tetap dapat bertahan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, perusahaan dituntut untuk selalu tanggap akan kebutuhan konsumennya yaitu : 
1. Penyediaan barang yang lengkap.

2. Berkualitas.

3. Pelayanan yang memuaskan.

4. Keamanan.

5. Serta harga barang yang kompetitif. 

Salah satu usaha yang paling penting yang harus dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang penjualan barang dagang maupun manufaktur adalah memperhatikan persediaan barang, dan pembelian barang yang untuk di jual (persediaan ini meliputi barang jadi maupun barang setengah jadi) oleh karenanya pihak perusahaan harus mampuh menganalisis dan membuat kebijakan strategis dalam memanejerialkan persediaan.

Selain itu perusahaan harus mempertahankan saldo persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya, namun dalam waktu yang sama juga mempertahankan saldo tersebut menjadi minimum. Ketika suatu perusahaan memliki persediaan yang berlebihan, dia akan mempunyai biaya-biaya operasi yang lebih tinggi, mengurangi solvabel, meningkatkan resiko kerugian terhadap kenaikan harga dan keusangan, dan sebagai tambahan, hal tersebut membatasi kesempatan perusahaan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan-kesempatan investasi yang lebih disukai. 


VI. PENGENDALIAN PERSEDIAAN


Pengendalian persediaan adalah merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan termasuk keputusan-keputusan yang diambil sehingga kebutuhan akan bahan untuk keperluan proses produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko yang sekecil mungkin. Persediaan yang terlalu besar (over stock) merupakan pemborosan karena menyebabkan terlalu tingginya beban-beban biaya guna penyimpanan dan pemeliharaan selama penyimpanan di gudang. Disamping itu juga persediaan yang terlalu besar berarti terlalu besar juga barang modal yang menganggur dan tidak berputar. Begitu juga sebaliknya kekurangan persediaan (out of stock) dapat menganggu kelancaran proses produksi sehingga ketepatan waktu pengiriman sebagaimana telah ditetapkan oleh pelanggan tidak terpenuhi yang ada sehingga pelanggan lari ke perusahaan lain. Singkatnya pengendalian persediaan merupakan usaha-usaha penyediaan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses produksi sehingga dapat berjalan lancar tidak terjadi kekurangan bahan serta dapat diperoleh biaya persediaan yang sekecil-kecilnya.

VI.I. Tujuan Pengendalian Persediaan

Pada dasarnya pengendalian persediaan dimaksudkan untuk membantu kelancaran proses produksi melayani kebutuhan perusahaan akan bahan-bahan atau barang jadi dari waktu ke waktu. Sedangkan tujuan dari pengendalian persediaan adalah sebagai berikut:

1. Menjaga agar jangan sampai perusahaan kehabisan bahan-bahan sehingga menyebabkan terhenti atau terganggunya proses produksi.

2. Menjaga agar keadaan persediaan tidak terlalu besar atau berlebihan sehingga biaya-biaya yang timbul dari persediaan tidak besar pula.

3. Selain untuk memenuhi permintaan pelanggan, persediaan juga diperlukan apabila biaya untuk mencari barang/bahan penggantian atau biaya kehabisan bahan atau barang (stock out) relatif besar.

VI.II. Fungsi Pengendalian Persediaan

Fungsi utama pengendalian persediaan adalah ”menyimpan” untuk melayani kebutuhan perusahaan akan bahan mentah atau barang jadi dari waktu ke waktu. Fungsi tersebut diatas ditentukan oleh berbagai kondisi seperti :

1. Apabila jangka waktu pengiriman bahan mentah relatif lama maka perusahaan perlu persediaan bahan mentah yang cukup untuk memenuh kebutuhan perusahan selama jangka waktu pengiriman.

2. Seringkali jumlah yang dibeli atau diproduksi lebih besar dari yang dibutuhkan.

3. Apabila pemintaan barang hanya sifatnya musiman sedangkan tingkat produksi setiap saat adalah konstan maka perusahaan dapat melayani permintaan tersebut dengan membuat tingkat persediaannya berfluktuasi mengikuti fluktuasi permintaan.

4. Selain untuk memenuhi permintaan langganan, persediaan juga diperlukan apabila biaya untuk mencari barang atau bahan pengganti atau biaya kehabisan barang atau bahan relatif besar.


VI.III. Metode Pengendalian Persediaan

Metode  pengendalian persediaan, Metode ini menggunakan matematika dan statistika sebagai alat bantu utama dalam memecahkan masalah kuantitatif dalam sistem persediaan. Pada dasarnya metode ini berusaha mencari jawaban optimal dalam menentukan :

1. Jumlah pemesanan optimal

2. Titik pemesanan kembali (Reorder point).

3. Jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang diperlukan.


VII. MODEL ANALISA PERSEDIAAN



VII.I. JUST IN TIME (JIT)

Just In Time merupakan filosofi pemanufakturan yang memiliki implikasi penting dalam manajemen biaya. Ide dasar Just In Time sangat sederhana, yaitu berproduksi hanya apabila ada permintaan (full system) atau dengan kata lain hanya memproduksi sesuatu yang diminta, pada saat diminta, dan hanya sebesar kuantitas yang diminta.

Prinsip dasar Just In Time adalah peningkatan kemampuan perusahaan secara terus menerus untuk merespon perubahan dengan minimisasi pemborosan. Menurut Henri Simamora dalam bukunya Akuntansi Manajemen, Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya, termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia, dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan.

VII.I.II. Tujuan Strategis Just In Time (JIT)
Tujuan dari adanya manajemen menggunakan dan mengembangkan konsep manajemen Just In Time dalam perusahaan dapat dirangkum atas beberapa aspek. Adapun tujuan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan efisiensi proses produksi.

2. Meningkatkan daya kompetisi.

3. Meningkatkan mutu barang.

4. Mengurangi pemborosan

Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara :

1. Mengeliminasi atau mengurangi persediaan.

2. Meningkatkan mutu.

3. Mengendalikan aktivitas supaya biaya rendah (sehingga memungkinkan harga jual rendah dan laba meningkat).

4. Memperbaiki kinerja pengiriman.

VII.I.III. Keuntungan dan kelemahan sistem JIT
Keuntungan JIT

1. Seluruh system yang ada dalam perusahaan dapat berjalan lebih efisien.

2. Pabrik mengeluarkan biaya yang lebih sedikit untuk memperkerjakan para staffnya.

3. Barang produksi tidak harus selalu di cek, disimpan atau diretur kembali.

4. Kertas kerja dapat lebih simple.

5. Penghematan yang telah di lakukan dapat digunakan untuk mendapat profit yang lebih tinggi misalnya, dengan mengadakan promosi tambahan.

Kelemahan JIT

Kelemahan sistem JIT adalah, tingkatan order ditentukan oleh data permintaan historis. Jika permintaan naik melebihi dari rata-rata perencanaan historis maka inventori akan habis dan akan mempengaruhi tingkat pelayanan konsumen.

VII.II. SISTEM OUTSOURCING

Outsourcing terbagi atas dua suku kata: out dan sourcing. Sourcing berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan keputusan kepada orang lain. Outsourcing dalam bahasa Indonesia berarti alih daya. Dalam dunia bisnis, outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non-core atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh.

Outsourcing atau alih daya merupakan pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain yang dilakukan biasanya untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Sistem outsourcing memang untuk sebagian besar orang yang memiliki keahlian atau skill terbatas dianggap sangat merugikan. Namun untuk orang yang memiliki keahlian khusus dan langka menjadi karyawan outsourcing dianggap lebih menguntungkan.


VII.II.I. Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing
Kelebihan menjadi karyawan outsourcing :

1. Memudahkan calon karyawan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan
2. Mendapat pelatihan memadai dari perusahaan penyedia jasa karyawan outsourcing.

3. Memudahkan pencari kerja yang memiliki keahlian khusus memilih perusahaan yang akan mempekerjakan mereka nanti sekaligus menentukan gaji yang akan mereka dapatkan karena para pencari kerja dengan keahlian khusus seperti ini tentunya jarang sehingga menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar.

Kekurangan menjadi karyawan outsourcing :

1. Masa kerja yang tidak jelas karena sistem kontrak. 

2. Tidak ada jenjang karir.

3. Tidak mendapat tunjangan.

4. Pemotongan penghasilan karyawan outsourcing yang tidak jelas. 

Kelebihan Outsourcing bagi perusahaan

1. Mempercepat proses adaptasi terhadap perubahan bisnis.

2. Manajemen SI yang lebih baik, SI dikelola oleh pihak luar yang telah berpengalaman dalam bidangnya.

3. Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.

4. Bagian dari modenisasi dunia usaha .

5. Meningkatkan daya saing perusahaan dengan efisiensi penggunaan fasilitas dan teknologi.

6. Memfasilitasi downsizing, sehingga perusahaan tak perlu memikirkan pengurangan pegawai

Kekurangan Outsourcing bagi perusahaan

1. Ketidakpastian status ketenagakerjaan dan ancaman PHK bagi tenaga kerja.

2. Perbedaan perlakuan Compensation and Benefit antara karyawan internal dengan karyawan outsource.

3. Pengawasan dan kontrol langsung sulit dilakukan.

4. Informasi merupakan aset berharga bagi perusahaan, jika salah pengelolaan bisa berbalik menjadi bumeran.

5. Loss of flexibility (kontrak diatas 3 tahun), perubahan teknologi baru tidak bisa diadaptasi dengan cepat oleh perusahaan.

6. Adanya hidden cost (biaya pencarian vendor, biaya transisi, dan biaya post outsourcing).

7. Timbulnya ketergantungan terhadap perusahaan penyedia jasa outsourcing.

VII.III. SISTEM PERSEDIAAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC)

ABC (activity based costing), yaitu menghitung biaya produksi (production cost) berdasarkan aktivitas yang meliputi biaya pra produksi, biaya produksi, biaya adsminitrasi, dan biaya pemasaran baik yang variable maupun tetap. Dalam perhitungannya, biaya dikelompokkan menjadi dua, yaitu biaya yang dapat ditelusur (traceble cost) dan biaya yang tidak dapat ditelusur (non traceble cost). Biaya yang tidak dapat ditelusur dibebankan/dialokasikan ke produk dengan multi tarif sesuai cost pool masing-masing. ABC digunakan untuk laporan internal perusahaan sebagai dasar pembuatan keputusan oleh manajemen, ABC bukan untuk laporan ekternal. Perusahaan yang menggunakan ABC adalah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis barang seperti dalam perusahaan yang menggunakan job order costing.

Dengan cara semacam ini maka biaya-biaya produksi juga ditentukan menurut banyaknya sumber daya yang diserap oleh masing-masing pusat biaya. Ada dua metode yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk yaitu sebagai berikut :

VII.III.I. Metode Harga Pokok Penuh (Full Costing)

Metode harga pokok penuh merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produk yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variabel. Metode harga pokok penuh ditujukan untuk memenuhi kepentingan pihak eksternal perusahaan.

VII.III.II. Metode Harga Pokok Variabel (Variable Costing)

Metode harga pokok variabel merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya mempehitungkan biaya produksi yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Biaya tersebut meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Metode harga pokok variabel ini lebih ditujukan untuk memenuhi kepentingan pihak internal.

VII.III.III. Manfaat sistem (ABC) bagi pihak manajemen perusahaan
1. Suatu pengkajian sistem biaya ABC dapat meyakinkan pihak manajemen bahwa mereka harus mengambil sejumlah langkah untuk menjadi lebih kompetitif. 

2. Pihak manajemen akan berada dalam suatu posisi untuk melakukan penawaran kompetitif yang lebih wajar.

3. Sistem biaya ABC dapat membantu dalam pengambilan keputusan (management decision making) membuat-membeli yang manajemen harus lakukan, disamping itu dengan penentuan biaya yang lebih akurat maka maka keputusan yang akan diambil oleh phak manajemen akan lebih baik dan tepat. 

4. Mendukung perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement), melalui analisa aktivitas, sistem ABC memungkinkan tindakan eleminasi atau perbaikan terhadap aktivitas yang tidak bernilai tambah atau kurang efisien.

5. Memudahkan penentuan biaya-biaya yang kurang relevan (cost reduction), pada sistem tradisional, banyak biaya-biaya yang kurang relevan yang tersembunyi. Sistem ABC yang transparan menyebabkan sumber-sumber biaya tersebut dapat diketahui dan dieliminasi.

6. Dengan analisis biaya yang diperbaiki, piliak manajemen dapat melakukan analisis yang lebih akurat mengenai volume produksi yang diperlukan untuk mencapai impas (break even) atas produk yang bervolume rendah. 

VII.IV. MATERIAL REQUIREMENT PALANNING

Menurut Rangkuti (2007) MRP (Material Requirement Planning) adalah suatu system perencanaan dan penjadwalan kebutuhan materialuntuk produksi yang memerlukan beberapa tahapan proses /fase atau dengan kata lain adalah suatu rencana produksi untuk sejumlah produk jadi yang diterjemahkanke bahan mentah atau komponen yang dibutuhkan dengan menggunakan waktu tenggang sehingga dapat ditentukan kapan dan berapa banyak yang dipesan untuk masing-masing komponen suatu produk yang akan dibuat.

Yamit (1999), menyebutkan bahwa MRP merupakan system yang dirancang secara khusus untuk situasi permintaan bergelombang, yang secara tipikal karena permintaan tersebut dependen.

VII.IV.I. Prinsip MRP

1. Dalam penentuan persediaan dengan prinsip pemesanan komponen yang tepat, pemesanan dalam jumlah yang tepat dan pemesanan pada waktu yang tepat.

2. Dalam menentukan prioritas meliputi pesanan dengan jatuh tempo yang tepat dan menjaga jatuh tempo yang valid.

3. Dalam penentuan kapasitas meliputi: merencanakan muatan yang lengkap, merencanakan muatan yang akurat dan merencanakan waktu yang cukup untuk muatan dimasa yang akan datang.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa prinsip dari MRP adalah memperoleh material yang tepat pada tempat yang tepat dan diwaktu yang tepat.

VII.IV.II. Tujuan MRP

Tujuan MRP adalah untuk memperbaiki layanan pelanggan, meminimalkan investasi persediaan dan memaksimalkan efisiensi operasi produksi . Sedangkan filosofi MRP adalah material dipercepat pada saat penundaan jadwal produksi menguntungkan dan ditunda pada saat jadwal ditunda.

VII.IV.III. Kegunaan MRP

MRP banyak digunakan diberbagai jenis industry yang menggunakan aliran proses intermiten dan tidak termasuk proses kontinyu seperti perusahaan minyak dan baja. MRP sangat bermanfaat pada perusahaan yang beroperasi dalam perakitan dan kurang bermanfaat bagi perusahaan pabrikasi. Disisi lain MRP kurang menguntungkan digunakan untuk perusahaan yang memiliki jumlah produksi pertahunnya rendah, terutama pada perusahaan yang menghasilkan produk yang mahal dan kompleks dan yang membutuhkan riset dan design.

VII.IV.IV. Komponen Input dan Output MRP

Komponen Iuput MRP adalah :

1. Data Persediaan (Inventory Record File) Data ini menjadi landasan untuk pembuatan MRP karena memberikan informasi tentang jumlah persediaan bahan baku dan barang jadi yang aman (minimum).

2. Jadwal Produksi (Master Production Schedule) MPS digunakan untuk mengetahui jadwal masing-masing barang yang akan diproduksi, kapan barang tersebut akan dibutuhkan sehingga dapat kita gunakan sebagai landasan penyusunan MRP.

3. Bill of Material File (BOM)BOM digunakan Untuk mengetahui susunan barang yang akan diproduksi, menggunakan bahan apa saja, apakah bahan tersebut langsung kita beli atau kita buat dengan bahan dasar yang lain sehingga jelas dalam menentukan pemesanan bahan-bahan baku agar produksi tetap berjalan lancar.

Komponen Ouput MRP adalah :

1. Memberikan catatan pesanan penjadwalan yang harus dilakukan / direncanakan baik dari pabrik maupun dari pemasok.

2. Memberikan indikasi penjadwalan ulang.

3. Memberikan indikasi pembatalan pesanan.

4. Memberikan indikasi keadaan persediaan.



DAFTAR PUSTAKA 

http://en.wikipedia.org/wiki/Inventory_turnover

https://skripsi7.wordpress.com/2011/06/30/jenis-jenis-biaya-persediaan/

http://ilmuakuntansi.web.id/jenis-jenis-persediaan/

https://skripsi7.wordpress.com/2011/06/30/jenis-jenis-biaya-persediaan/

http://peoi.org/Courses/Coursesba/acc/acc8.html

http://tongke1.blogspot.co.id/2011/02/pengendalian-persediaan.html

http://kewinlayan.blogspot.co.id/2011/01/economic-order-quantity-eoq-analisis.html

http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-22182-11.%20%20BAB%20II.pdf





















MAKALAH KETAHANAN NASIONAL










PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


KETAHANAN NASIONAL












DOSEN                       :


KELOMPOK              :


NAMA ANGGOTA   :


                       











UNIVERSITAS GUNADARMA



2015/2016










KATA PENGANTAR


Puji dan syukur Kami panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahhmat-NYA yang telah di limpahkan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan Makalah ini yang berjudul Ketahanan Nasional dalam Rangka Meningkatkan Kemakmuran Bangsa indonesia yang merupakan salah satu tugas dari matakuliah pendidikan kewarganegaraan.


Pada Makalah ini Kami membahas mengenai bagaimana latar belakang ketahanan nasional, pengertian ketahanan nasional, tujuan ketahanan nasional, fungsi ketahanan nasional, cirri-ciri ketahanan nasional, perwujudan ketahanan nasional, filosofi atau falsafah ketahanan nasional, ideology ketahanan nasional serta kesimpulan ketahanan nasional.



Semoga makalah yang kami kerjakan dapat bermanfaat bagi kita semua, dan kita dapat memahami kondisi indonesia saat ini agar kita dapat melakukan ketahanan nasional untuk negara ini.






DAFTAR ISI


BAB I

PENDAHULUAN


I. Latar Belakang ……………………………………………………………...... 1.


II. Rumusan Masalah …………………………………………………………… 1.


III. Tujuan ……………………………………………………………….. …...... 1.


BAB II

PEMBAHASAN



I. Pengertian Ketahanan Nasional ……………………………………………..... 2.


II. Tujuan Ketahanan Nasional …………………………………………….......... 2.


III. Fungsi Ketahanan Nasional …………………………………………….......... 3.


IV. Ciri-Ciri Ketahanan Nasional ……………………………………………....... 3.


V. Perwujudan Ketahanan Nasional ……………………………………………... 4.


VI. Falsafah Ketahanan Nasional ……………………………………………........ 5.


VII. Ideologi Ketahanan Nasional ……………………………………………...... 6.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan ……………………………………………………………………………


DAFTAR PUSTAKA












BAB I


PENDAHULUAN


I. Latar Belakang


Sejak proklamasi 17 Agustus 1945, kehidupan bangsa Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri yang dapat membahayakan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun dihadapkan terhadap tantangan tersebut, NKRI tetap tegak berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Negara Indonesia adalah negara hukum bukan berdasarkan kekuasaan belaka, dan semuannya ditunjukan untuk menjaga ketertiban seluruh masyarakat Indonesia. Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai UUD 1945 sebagai konsutitusinya, dimana sistem pemerintahan negara tertuang di dalamnya. Sehingga kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang didasari oleh: Pancasila sebagai landasan idiil. UUD 1945 sebagai landasan konstitusionil, wawasan nusantara sebagai landasan visional. Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.

II. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian ketahanan nasional ?

2. Apa tujuan ketahanan nasional ?

3. Apa fungsi dan ciri-ciri ketahanan nasional ?

4. Apa perwujudan ketahanan nasional ?

5. Bagaimana falsafah ketahanan nasional dan ideologi negara ?


III. Tujuan

1. Membangkitkan kesadaran bagi masyarakat Indonesia akan pentingnya mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dan dalam mencapai tujuan nasional.

2. Mempunyai keinginan untuk selalu mencapai atau mewujudkan apa yang menjadi tujuan nasional.

3. Menambah wawasan dan ilmu tentang ketahanan nasional.










BAB II



PEMBAHASAN



I. Pengertian Ketahanan Nasional


Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas,identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional. Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.

II. Tujuan Ketahanan Nasional

Srijanti, dkk (2009) menjelaskan tujuan, fungsi, dan sifat dari ketahanan nasional sebagai berikut:
Ketahanan nasional diperlukan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintahan, seperti tegaknya hukum dan ketertiban, terwujudnya kesejahteran dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta terdapatnya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasi diri.
Tujuan ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG). Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.

III. Fungsi Ketahanan Nasional

1. Daya tangkal, dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, ketahanan nasional indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan negara indonesia dalam aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

2. Pengarah bagi pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.

3. Pengarah dalam menyatukan pola pikir, pola tindak, dan cara kerja intersektor, antarsektor, dan multidisipliner. Cara kerja ini selanjutnya diterjemahkan dalam RJP yang dibuat oleh pemerintah yang memuat kebijakan dan strategi pembangunan dalam setiap sektor untuk mencapai tujuan nasional mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

IV. Ciri-Ciri Ketahanan Nasional


1. Ketahanan nasional merupakan prasyarat utama bagi bangsa yang sedang membangun menuju bangsa yang maju dan mandiri dengan semangat tidak mengenal menyerah yang akan memberikan dorongan dan rangsangan untuk berbuat dalam mengatasi tantangan, hambatan dan gangguan yang timbul.

2. Menuju mempertahankan kelangsungan hidup. Bangsa Indonesia yang baru membangun dirinya tidak lepas dari pencapaian tujuan yang dicitacitakan.

3. Ketahanan nasional diwujudkan sebagai kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan bangsa untuk mengembangkan kekuatan dengan menjadikan ciri mengembangkan ketahanan nasional berdasarkan rasa cinta tanah air, setia kepada perjuangan, ulet dalam usaha yang didasarkan pada ketaqwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, keuletan dan ketangguhan sesuai dengan perubahan yang dihadapi sebagai akibat dinamika perjuangan, baik dalam pergaulan antar bangsa maupun dalam rangka pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa.

V. Perwujudan Ketahanan Nasional

Perwujudan Ketahanan Nasional yang dikembangkan bangsa Indonesia meliputi (Bahan Penataran, BP7 Pusat, 1996):

1. Ketahanan ideologi, adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berdasarkan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional dan kemampuan untuk menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

2. Ketahanan politik, adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi yang bertumpu pada pengembangan demokrasi Pancasila dan UUD 1945 yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang sehat dan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif.

3. Ketahanan ekonomi, adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa Indonesia yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 yang mengandung kemampuan menerapkan stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing yang tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan makmur. 

4. Ketahanan sosial budaya, adalah kondisi kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia yang menjiwai kepribadian nasional yang berdasarkan Pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, hidup rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

5. Ketahanan pertahanan keamanan, adalah kondisi daya tangkal bangsa Indonesia yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal semua bentuk ancaman.

VI. Falsafah Ketahanan Nasional

Konsep pertahanan dan keamanan Negara sering diartikan negative, yaitu untuk mempertahankan kekuasaan atau meningkatkan supremasi kekuasaan Negara. Bagi sekelompok orang yang memandang Negara terpisah dari masyarakat sipil, maka akan berpandangan bahwa konsep pertahanan dan keamanan hanya akan memperkuat supremasi kekuasaan Negara, bahkan kekuasaan sekelompok orang. Namun bagi sementara orang yang memandang Negara adalah sebagai lembaga hidup bersama yang berkembang dalam masyarakat, maka pertahanan dan keamanan adalah suatu yang mutlak harus ada. Karena masyarakat membentuk Negara salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan jaminan keamanan dari Negara, sehingga dalam kehidupan sehari-harinya dapat tentram, damai dan sejahtera. Pengertian ketahanan nasional dalam bidang pertahanan dan keamanan, yaitu suatu kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung potensi untuk mengembangkan kemampuan nasional menjadi kekuatan nasional, guna menghadapi dan mengatasi segala ancamana, rongrongan, gangguan, hambatan baik yang datang dari dalam maupun luar Negara Indonesia, langsung maupun tidak langsung membahayakan pertahanan dan keamanan bangsa dan Negara. Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan Negara demi kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyelenggaraaan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama pemerintahan dan Negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya. Tujuannya adalah untuk menciptakan keamanan bangsa dan Negara dalam rangka mewujudkan Ketahanan Nasional Indonesia. Revitalisai Pancasila yang paling strategis dalam hubungan dengan pertahanan dan keamanan adalah dalam bidang ketahanan ideologi. Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea’ yang berarti, konsep, pengertian dasar dan ‘logos’ yang berarti ‘ilmu’. Maka secara harfiah, ideologi berarti ilmu tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari, kata ‘idea’ disamakan arti dengan cita-cita. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap dan harus dicapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus merupakan suatu dasar, pandangan atau paham.

VII. Ideologi Ketahanan Nasional

Bangsa Indonesia tersusun atas golongan , agama, dan adat-istiadat yang beraneka ragam, keadaan yang demikian memiliki 2 kemungkinan : 

1. keanekaragaman dapat menimbulkan potensi perpecahan jikal di antara unsur-unsur bangsa tidak memiliki wawasan kebersamaan sebagaiman terkandung dalam ideologi pancasila.

2. keanekaragaman itu justru merupakan suatu khas budaya bangsa yang dapat dikembangkan serta menguntungkan dalam berbagi.








BAB III


PENUTUP




I. Kesimpulan

Jadi Ketahanan Nasional merupakan suatu kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik, mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan nasional, bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia. Menurunnya nilai persatuan dan kesatuan bangsa diduga masih kuatnya pengaruh internal bangsa Indonesia berupa kesadaran masyarakat Indonesia akan persatuan dan kesatuan bangsa.




DAFTAR PUSTAKA


http://demokrasiindonesia.blogspot.co.id/2014/08/ketahanan-nasional-pengertian-fungsi.html

http://bayubaskara99.blogspot.co.id/2015/06/tujuan-filosofi-ideologi-dan-asas-asas.html

https://khairulchaniago.wordpress.com/pengertian-arti-definisi-ketahanan-nasional-bangsa-negara-indonesia/

Selasa, 29 Desember 2015

Potensi Diri: Harta Karun Tersembunyi Yang Perlu Digali



Apa yang Anda rasakan saat melihat atau mendengar kesuksesan seseorang?


Terutama di jaman social media ini, Anda akan dengan mudah menemukan status atau foto-foto yang menunjukkan keberhasilan seseorang di suatu bidang. Entah itu berhasil deal project besar, screenshot penghasilan yang didapatkan dari internet, pencapaian tingkatan jabatan tertentu, atau bahkan sekedar foto-foto saat jalan-jalan ke luar negeri.


Apa yang Anda rasakan?
Ikut senang dengan pencapaian mereka
Terpicu semangat untuk bisa seperti mereka
Tidak suka dan langsung nyinyir mengatakan mereka pamer


Tapi selain tiga perasaan di atas, ternyata ada juga yang punya perasaan lainnya yaitu:


“Iri dengan pencapaian mereka, ingin seperti mereka, tapi merasa tak berdaya, merasa tak mungkin bisa mencapai semua itu karena merasa tidak mampu menjadi seperti mereka”.


Apakah ada di antara Anda yang merasa seperti itu?


Kalau iya, maka mari kita lihat rasa tidak mampu ini dari dua sisi.


Pertama, pernyataan tersebut keliru.


Kenapa? Karena belum tentu Anda tidak mampu. Anda mungkin tidak berbakat, tapi bukan berarti tidak akan pernah mampu.


Bagaimana Anda tahu kalau Anda mampu atau tidak?


Satu-satunya cara adalah “mencoba dan berusaha semaksimal mungkin”.


Tetapi hati-hati dengan ilusi rasa tidak mampu ketika Anda terlalu cepat menyerah padahal usaha belum optimal, karena bisa terjadi pada saat baru juga mencoba sedikit Anda sudah menyimpulkan dan membuat keputusan bahwa Anda tidak mampu.


Sebagai contoh, Anda merasa pemalu dan tidak mampu berpromosi walaupun hanya sekedar menulis status jualan di social media. Tapi jika Anda tidak berpromosi maka tidak akan ada seorangpun yang tahu apa yang Anda jual.


Lalu ketika Anda akhirnya memberanikan diri untuk menulis status bahwa Anda menjual kopi sachet merek A, dan ternyata tidak ada respon dari seorang pun, bahkan di-like pun tidak, Anda pun langsung menyimpulkan bahwa jualan Anda tidak laku, lalu Anda mundur dan tidak berani jualan lagi.


Apakah itu usaha yang maksimal?


Tentu saja bukan. Kita tidak bisa mengukurnya hanya lewat satu dua kali promosi. Karena yang namanya promosi bukanlah sekedar pasang status bahwa kita menjual sesuatu. Bagaimana cara kita menjualnya pun memegang peranan yang penting.


Kalau Anda menyimpulkan Anda tidak mampu jualan padahal actionnya baru satu sisi saja, sudah begitu baru satu dua kali (dalam hal ini pasang status promosi), maka usaha Anda tidak bisa dibilang maksimal.


Ada kalanya kita perlu melakukan lebih dari satu langkah. Dalam contoh kasus ini adalah berani untuk berpromosi, dan yang kedua adalah belajar bagaimana cara berpromosi.


Kemudian tak kalah pentingnya adalah bersabar dalam ikhtiar, karena belum tentu hasilnya kelihatan dalam waktu yang singkat. Bukan hal baru dalam dunia penjualan, kita sudah sering mendengar orang-orang yang akhirnya berhasil menjual setelah mengalami banyak penolakan.


Kedua, pernyataan tersebut ada benarnya.


Apa maksudnya?


Apakah ini berarti bahwa ketika seseorang merasa tidak mampu, maka dia memang tidak akan pernah mampu?


Bukan. Mari kita baca kembali kalimat yang telah disebutkan di atas.


“Iri dengan pencapaian mereka, ingin seperti mereka, tapi merasa tak berdaya, merasa tak mungkin bisa mencapai semua itu karena merasa tidak mampu menjadi seperti mereka”.


Kalimat terakhir dalam pernyataan tersebut berbunyi: “…karena merasa tidak mampu menjadi seperti mereka.”


Mari kita lihat dari sudut pandang lain, karena tidak mampu menjadi seperti orang lain bisa juga berarti:


“Kita tidak akan pernah bisa menjadi orang lain, karena kita tidak perlu menjadi orang lain, sebab kita harus menjadi diri sendiri yang sukses di jalan kita sendiri!”


Setiap manusia diturunkan ke bumi ini dengan dibekali potensi masing-masing. Ada yang memanfaatkannya untuk meraih kesuksesan, tapi ada juga yang tidak mau menggalinya dan hanya bisa pasrah membiarkan hidup berjalan apa adanya.


Jadi sangatlah tidak mungkin jika kita tidak bisa apa-apa, bahkan sering kita lihat orang yang cacat pun masih ada yang tetap semangat untuk berkarya. Kalau tubuh kita sempurna tapi masih mengeluhkan tidak bisa apa-apa, maka pertanyaannya adalah:
Sudahkah Anda belajar agar menjadi BISA melakukan sesuatu?
Sudahkah Anda menggali apa potensi yang Anda miliki?
Bagaimana kalau ternyata Anda bisa menjadi lebih baik dan lebih sukses?


Orang-orang sukses adalah orang yang percaya diri dengan kemampuannya, bahkan meskipun ada yang awalnya ragu dan tidak yakin bahwa mereka mampu, tapi setelah dicoba akhirnya mereka tahu bahwa mereka ternyata mampu.


Karena itu bagi Anda yang tidak tahu apa potensi yang Anda miliki, maka beberapa tips berikut bisa Anda coba:
Ikuti tes bakat dan kemampuan seperti talent mapping yang sekarang banyak tersedia di mana-mana. Meskipun tidak selalu 100% akurat, tetapi minimal dari situ Anda bisa mendapatkan gambaran potensi apa yang Anda miliki dan bisa Anda kembangkan.
Buatlah list tentang bidang yang Anda suka, lalu cobalah jalankan satu dulu yang paling klik di hati Anda, dan fokuslah di sana sampai hasilnya kelihatan.
Kontras dengan poin sebelumnya, buatlah list tentang hal-hal yang tidak Anda sukai, yang mungkin Anda hindari karena Anda menganggapnya ribet atau sulit. Tetapi bukan mustahil justru dari hal-hal yang tidak Anda sukai ini lah jalan kesuksesan Anda terbuka, karena ternyata kuncinya Anda hanya harus berani untuk mencoba.


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah:216)


Ketika Anda menganggap sulit sesuatu hal, belum tentu karena hal tersebut benar-benar sulit, melainkan mungkin karena Anda tidak percaya diri untuk melakukannya, takut gagal, takut dengan penilaian orang lain sehingga terbentuklah mental block yang menghambat kemajuan Anda.


Karena itu, jika krisis percaya diri adalah masalah yang menghambat Anda untuk menggali potensi yang Anda miliki, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah belajar untuk menjadi lebih percaya diri.


Tanpa rasa percaya diri kita akan cenderung tidak berani mencoba hal-hal baru yang sebenarnya bagus untuk kemajuan hidup kita. Ada banyak sekali metode dan cara meningkatkan percaya diri, tetapi Anda bisa mulai dengan percaya pada Sang Pencipta Diri, percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan Anda tanpa dilengkapi dengan perbekalan berupa kemampuan untuk mengarungi kehidupan ini.


Semua orang punya potensi, termasuk Anda, bahkan sekecil dan seremeh apapun potensi itu di mata Anda atau orang lain. Misalnya Anda terbiasa memasak nasi goreng untuk sarapan dan ternyata nasi gorengnya enak menurut banyak orang, maka bukan tidak mungkin Anda punya potensi untuk sukses sebagai pengusaha kuliner dengan menu utama nasi goreng bahkan meskipun Anda tidak pernah menduga sebelumnya dan tidak pernah merencanakan untuk menuju ke sana.


Jika saat ini Anda merasa frustasi karena orang lain sudah sukses sedangkan Anda masih jalan di tempat karena hidup Anda masih begitu-begitu juga dari tahun ke tahun, maka inilah yang bisa Anda lakukan:
Berhentilah untuk membandingkan diri dengan orang lain, Anda punya jalur kesuksesan sendiri.
Gali potensi Anda sendiri, eksplorasi kemampuan Anda dengan melakukan hal-hal yang Anda suka maupun yang Anda hindari selama ini.
Bangun keyakinan bahwa Anda layak untuk sukses dengan segenap potensi yang telah dianugerahkanNya kepada Anda.


Tak kalah penting, ubah pula definisi Anda tentang sukses, terutama jika definisi Anda tentang sukses adalah materi dan pengakuan dari orang lain.


Materi hanyalah bagian terkecil dari kesuksesan, pengakuan dari orang lain hanyalah efek dari pencapaian yang tidak perlu dijadikan tujuan, sedangkan kesuksesan sejati adalah menjadi pribadi yang dekat dengan Allah yang menggunakan segenap potensinya untuk kebaikan umat demi menggapai ridhaNya dan sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.






Sumber

Jumat, 20 November 2015

Doa Istri Shaleha untuk Suami Tercinta – Mencintai Suami karena Allah



Doa Istri Shaleha untuk Suami Tercinta – Mencintai Suami karena Allah

“Patuhnya istri kepada suami adalah salah satu pembuka jalan surga untuk para istri”. Sungguh luar biasanya fadhilah berbakti kepada suami bahkan dijelaskan bahwa kewajiban perempuan untuk berbakti kepada orangtuanya tidak lagi berlaku apabila dia menikah. Sebagai gantinya, ia harus berbakti kepada suaminya. Dan apabila dia memberi dorongan agar suami bisa terus berbakti kepada orangtuanya (si suami), ia juga beroleh pahala setara yang diperoleh suaminya. Bakti istri pada suami bisa dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah dengan mendoakan suami pada kebaikan-kebaikan. “Tiada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan doa” (HR. Tirmidzi). Sahabat Rasul pernah bertanya kepada beliau : “mengapa doa seorang perempuan lebih makbul dari seorang laki-laki?” Beliau menjawab : “Karena ibu lebih penyayang dari seorang bapak, untuk itu doa dari orang-orang yang penyayang tidak akan disia-siakan”. Sungguh dimuliakannya seorang perempuan dalam Islam.

Doa untuk suamiku…

Ya Allah..

Kau ampunilah dosa ku yang telah kuperbuat

Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiada terbatas

Kau berikanlah aku kekuatan hati

Kau karuniakanlah aku dengan sifat kerendahan

Kau peliharalah lidahku dari kata-kata nista

Kau kuatkanlah semangatku menempuh segala cobaan-Mu

Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan

Ya Allah…

Sekiranya suamiku ini adalah pilihan-Mu di Arash

Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya

Sekiranya suamiku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititian-Mu

Karuniakanlah aku sifat kasih dan ridha atas segala perbuatannya

Sekiranya suamiku ini adalah bidadara untukku di Jannah-Mu

Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala perintahnya

Sekiranya suamiku ini adalah yang terbaik untukku di dunia-Mu

Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya

Sekiranya suamiku ini jodoh yang telah Engkau Rahmati

Berikanlah selalu padaku dan suamiku kedamaian dan ketentraman hati atas Nur dan cahaya-Mu

Tetapi ya Allah…

Sekiranya suamiku ini ditakdirkan bukan untuk diriku seorang

Kau tunjukkanlah aku jalan yang terbaik untuk aku arungi dengan segala dugaanMu

Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan duniaMu

Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya

Sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan

Karuniakanlah aku kekuatanMu untuk aku membetulkan keadaanya

Sekiranya suamiku menyintai kesesatan

Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaan

Ya Allah…Kau yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku

Kau juga yang Maha Mengampuni segala kekhilafan dan keterlanjuran

Sekiranya aku khilaf berbuat keputusan

Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhai

Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri

Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhirat-Mu

Sekiranya aku ingkar dan durhaka

Berikanlah aku petunjuk kearah rahmat-Mu

Ya Allah…Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjuk-Mu

Aku buta tanpa bimbingan-Mu, Aku cacat tanpa hidayah-Mu

Aku hina tanpa Rahmat-Mu

Ya Allah…Kuatkan hati dan semangatku

Tabahkan aku menghadapi segala cubaan-Mu

Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami

Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu

Bimbinglah aku menjadi isteri yang Sholehah

Hanya pada Mu,

Ya Allah…

Ku mohon segala harapan

Karena aku pasrah dengan keputusan-Mu

Karena aku sadar hinanya aku

Karena aku insan lemah yang kerap keliru

Karena aku lekang dengan keindahan dunia-Mu

Karena kurang kesabaran ku menghadapi cobaan-Mu

Karena pendek akalku mengarungi ujian-Mu

Ya Allah Tuhanku…….

Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati

Isteri yang dikasihi

Isteri yang solehah

Isteri yang sentiasa dihati suami dan anak-anakku

Aamiin, Ya Rabbi Allamin…….

Wallahua'lam bishshowab





Sumber :


https://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=415030088542536&id=253238754715845




Minggu, 15 November 2015

Sebelum Kamu Menua Bersama Putraku, Sudikah Kamu Membaca Ungkapan Hatiku, Nak?

“Hanya ada dua perempuan yang akan selalu tinggal di hati seorang pria,
ibunya dan istrinya.”
Halo, anakku. Ya, aku rasa sudah saatnya aku memanggil kamu anakku juga.
Sudah lama aku mengenalmu, tapi baru sekarang aku berani bicara sedalam ini
padamu. Sebelumnya, interaksi yang kita berdua bagi hanya sebatas candaan
dan pembicaraan ringan seputar putraku. Apa kamu masih ingat saat kita
berdua tertawa terbahak-bahak membicarakan masa kecil putraku? Apa kamu
ingat ketika kita berdua mencoba membuat kue bersama saat akhir pekan? Aku
melihat putraku yang tersenyum bangga di balik dapur. Aku tahu, kamu adalah
perempuan terbaik yang dikirim Tuhan untuk putraku.
Anakku, aku tidak ragu sama sekali akan kesungguhan cintamu pada putraku.
Aku sadar dari sejak aku menggendongnya pertama kali dalam pelukanku
bahwa akan tiba hari dimana aku harus rela berbagi cintanya dengan seorang
perempuan yang dipilihnya. Untuk itu, aku tidak akan bisa menandingi. Aku
tidak dipilihnya untuk menjadi ibunya, tetapi kamu dipilihnya untuk menjadi
pendampingnya. Tidak perlu kamu meragukan cintanya karena aku melihatnya
sendiri, lewat matanya, yang dulu hanya ada aku, Ayahnya dan saudaranya.
Kini, semakin dekat hari di mana kalian akan menjalani hidup bersama, hatiku
yang hanya seonggok empang ini ingin kuperluas bak samudera. Baik hatimu
anakku, karena berkat hadirmu, putraku akhirnya siap menjadi pria seutuhnya.
Aku bersyukur atas hal itu.
Rasanya baru kemarin aku jadi wanita nomor satu di hidupnya, akulah
sandaran utamanya dan sosok mungilnya yang baru bisa berjalan menggapaigapai
ke arahku. Namun kini, anakku, kaulah yang akan menjadi pendorong
utamanya, kaulah yang akan menjadi jangkar yang menstabilkan hari-harinya.
Kehormatan yang ingin kupegang selamanya ini dengan yakin akan kulepas
dan kuteruskan padamu. Satu pintaku, jagalah dan jadilah kuat, karena kita
wanita, ditakdirkan untuk menjadi penopang suami, dan tentunya keluargamu
kelak.
Nak, hari-harimu ke depan tidak akan semudah ketika kalian sedang dimabuk
asmara. Ada kehidupan yang harus dijalani, dinafkahi dan dibangun, berulangulang
kali, ketika goyah dan berantakan. Aku percaya, dirimu dan putraku
adalah pasangan yang akan saling melengkapi. Bukan hanya karena hari di
mana putraku berlutut dan meraih tanganku, meminta restuku untuk
menikahimu dan menunjukkan kesungguhan kasihnya pada dirimu, namun
karena aku membesarkannya untuk menjadi seorang lelaki sejati.
Percayalah dirimu sudah mempercayakan masa depanmu ke tangan pria yang
tepat. Bersama-sama, bangunlah impian kalian dan jaga komitmen yang sudah
kalian bangun. Jadilah sosok orang tua yang dapat diteladani oleh anak-anak
kalian nantinya. Hanya itu harapanku sebelum tutup usia,dan aku tahu kalian
sudah setengah jalan memenuhinya.
Anakku, begitu indah dirimu membawa ketenangan dalam batinku. Kalau
pernah hadir ragu dalam hati kecilmu, jangan takut. Meskipun engkau tidak
datang dari kandunganku, kau juga sekarang adalah putriku. Apa yang aku
punya sekarang juga adalah milikmu. Aku minta padamu, anggaplah juga aku
sebagai ibu yang bisa kau andalkan. Tidak ada yang membuatku lebih bahagia
dari mengetahui bahwa dalam hatimu, aku pun ada di sana.
Terakhir, berbahagialah, anakku. Aku tahu tidak akan ada yang membuat
putraku lebih bahagia dari kehadiran dan kebahagiaanmu. Nikmatilah saat
senang dan sedih bersama, dan ketahuilah aku selalu ada di sana untuk kalian,
kapan pun kalian membutuhkanku. Jalani segalanya dengan mengandalkan
Yang Maha Kuasa dan jangan padamkan cinta bahkan hingga kalian
menimang buah hati.
Selamat datang, menantuku.
Dari ibu yang siap menerimamu masuk ke keluarga baru.

Sumber

Jumat, 06 November 2015

KOPERASI



BAB V

KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA



1. PENGERTIAN BADAN USAHA

     Badan usaha atau perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan sumber-sumber daya untuk tuuan memproduksi atau menghasilkan barang-barang dan jasa untuk dijual (Dominick Salvatore, 1989)

Dalam setiap perusahaan yang modern, ada 4 sistem yang saling berinteraksi dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut yaitu : 

               a. Sistem keuangan / ekonomi (economic / financial system)

               b. Sistem teknik (technical system)

               c. Sistem organisasi dan personalia (human / organizational system)

               d. Sistem informasi (information system)

Ditinjau dari sudut sistem yang saling berinteraksi dalam perusahaan tersebut maka, perusahaan dapat diartikan sebagai kombinasi dari manusia, aset-aset fisik dan nonfisik,informasi dan teknologi. Dengan demikian organisasi perusahaan adalah unit-unit ekonomi karena seluruh aktivitasnya dianalisis dengan model-model ekonomi.

2. KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

           Koperasi adalah badan usaha (UU No.25 tahun 1992). Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahaan dan prinsip –prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada konsepsi system yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga bearti merupakan kombinasi dari manusia, asset-aset fisik dan non fisik, informasi, dan teknologi. Karena koperasi harus dapat menghasilkan keuntungan dalam mengembangkan organisasi dan usahanya.

3. TUJUAN DAN NILAI PERUSAHAAN

           Model dasar dari suatu perusahaan bisnis diperoleh dari teori perusahaan (theory of firm). Teori perusahaan juga menekankan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan, sehingga dengan demikian perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan, menyusun progam aksinya, menetapkan sasarannya, menyusun indikatorkeberhasilannya, serta strategi dan taktik apa yang harus dilaksanakan.

Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-semata hanya pada orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat (benefit oriented). Karena itu, dalam banyak kasus koperasi, nmanajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebgai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at cost). Untuk koperasi diindonesia, tujuan badan usaha koperasi adaalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarka dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota tahunan.



Prof William F. Glueck (1984), pakar manajemen terkemuka dari Universitas Gerogia dalam bukunya strategy Manajemne And Busssines Policy, 2nd ed, mendefinisikan tujuan perusahaan sebagai hasil terakhir yang dicari organisasi melalui eksistensi dan operasinya.

Selanjutnya, Glueck menjelaskan 4 alasan mengapa perusahaan harus mempunyai tujuan.


  •  Tujuan membantu mendefinisikan organisasi dalam lingkungannya


  •  Tujuan membantu mengkoordinasi keputusan dan pengambilan keputusan


  •  Tujuan menyediakan norma untuk menilai pelaksanaa prestasi organisasi


  •  Tujuan merupakan sasaran yang lebih nyata daripada pernyataan misi.

Dalam merumuskan tujuan perusahaan, perlu diperhatikan keseimbangan kepentingan dari berbagai pihak yang terlibat dalam perusahaan, tujuan perusahaan tidak terbatas pada pemenuhan kepentingan manajemne seperti memaksimumkan keuntungan taupun efisiensi, tetapi juga harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, modal, pekerja, konsumen, pemasok (suppliers), lingkungan, masyarakat , dan pemerintah.

Dalam banyak kasus perusahaan bisnis, tujua umumnya didapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

1. Memaksimumkan keuntugan (Maximize profit). Agar konsep tujuan perusahaan ini lebih mudah dipahami, maka pendekatan yang dilakukan adalah dari aspek ekonomi manajerial (managerial economics). Seperti diketahui bahwa keuntungan (profit=P) diperoleh dari permintaan total ( total revenue = TR ) dikurangi dengn biaya total (total cost = TC) dengan menggunakan model matematika, hubungan tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

                    P = TR-TC

Selanjutnya penerimaan total (TR) dapat ditulis :

                   TR = Q x P

Dimana Q = jumlah (quantity), P = harga (price)

Perlu diketahui bahwa penerimaan total tergantung dari aktivitas :

              a. Penjualan atau permintaan atas output perusahaan

              b. harga

2. Memaksimumkan nilai perusahaan (Maximize the value of the firm). Apabila perusahaan lebih memilih tidak memaksimumkan keuntungan karena hal tersebut bersifat jangka pendek, maka alternative memaksimumkan nilai perusahaan adalah tujuan yang tepat untuk jangka menengah atau jangka panjang.

Nilai perusahaan (value of firm) adalah nilai dari laba yang diperoleh dan diharapkan pada masa yang akan datang, yang dihitung pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat resiko dan tingkat bunga yang tepat. Menurut teori perusahaan atau teori investasi nilai sekarang (net present value) perusahaan ditulis : 


dimana TRt : Penerimaan total pada tahun t

             TCt : Biaya total pada tahun t

                  t : Tahun

                 r :Discounted factor atau discount rate

persamaan diatas memberikan suatu makna dalam menganalisis keputusan manajerial, antara lain bahwa discount rate  tergantung atas :

               a. Risiko yang diterima perusahaan

               b. Biaya dari dana / modal pinjaman 

3. Memaksimumkan biaya (minimize profit). Tujuan yang ketiga diperusahaan adalah menyangkut efisiensi atau lebih dikenal dengan meminimumkan biaya. Rumus nya sebagai berikut : 

                            TC = FC + VC

Dimana TC : total cost (total cost)

               FC : biaya tetap (fixed cost)

               VC : biaya variable (variable cost)

Biaya total (TC) ini tergantung pada : 

           a. teknologi produksi yang digunakan perusahaan

           b. harga sumber daya yang digunakan perusahaan



BAB VI

SISA HASIL USAHA KOPERASI

1. PENGERTIAN SISA HASIL USAHA

Menurut bab IX pasal 45 UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :

Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

2. RUMUS PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA KOPERASI

Pembagian Sisa Hasil Usaha menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa:

Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan.

Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%.

SHU peranggota dapat dihitung sebagai berikut :

                SHUA = JUA +JMA

Dimana :

           SHU Pa = Sisa Hasil Usaha per Anggota

           JUA = Jasa Usaha Anggota

           JMA = Jasa Modal Anggota

           VA = Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)

           UK = Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)

            Sa = Jumlah simpanan anggota

           TMS = Modal sendiri total (simpanan anggota total

Dengan menggunakan model matematika, SHU peranggota dapat dihitung sebagai berikut :

SHUPa = Va / VUK x JUA + Sa / TMS x JMA

Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

3. PRINSIP-PRINSIP SISA HASIL USAHA KOPERASI

             1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.

              2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.

              3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.

              4. SHU anggota dibayar secara tunai

4. PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA PER-ANGGOTA

SHU per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.

Contoh :

A. Perhitungan SHU (Laba/Rugi) Koperasi A Tahun Buku 1998 (Rp000)


                                 Penjualan /Penerimaan Jasa         Rp 850.077

                                 Pendapatan lain                            Rp 110.717 

                                                                                       Rp 960.794 

                                 Harga Pokok Penjualan                Rp (300.906) 
                                Pendapatan Operasional                Rp 659.888 

                                Beban Operasional                        Rp (310.539) 

                                Beban Administrasi dan Umum    Rp (35.349) 

                                                                                      Rp. (345.888) 

                               SHU Sebelum Pajak                      Rp 314.000 

                               Pajak Penghasilan (PPH Ps 21)     Rp (34.000) 

                               SHU setelah Pajak                         Rp 280.000 


B. Sumber SHU

               SHU Koperasi A setelah pajak Rp 280.000

               Sumber SHU:

                        – Transaksi Anggota Rp 200.000

                        – Transaksi Non Anggota Rp 80.000

Catatan : data ini dapat diperoleh apabila koperasi melakukan pembukuan transaksi anggota dan nonanggota. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka mustahil koperasi dapat melakukan pembagian SHU yang transparan, demokratis, dan adil. Dan itu semua adalah biaya, yang kelihatannya kurang efisien tetapi harus dilakukan oleh koperasi sebagai badan usaha yang dibbatasi dengan prinsip-prinsip koperasi.

C. Pembagian SHU menurut Pasal 15, AD/ART Koperasi A:

                 a. Cadangan           : 40% x 200.000 : Rp 80.000

                 b. Jasa Anggota     : 40 % x 200.000 : Rp 80.000

                 c. Dana Pengurus   : 5% x 200.000 : Rp 10.000

                d. Dana Karyawan : 5 % x 200.000 : Rp 10.000

                e. Dana Pendidikan : 5 % x 200.000 : Rp 10.000

                f. Dana Sosaia         : 5 % x 200.000 : Rp 10.000

Rapat anggota menetapkan bahwa SHU bagian Anggota dibagi sebagai berikut:

                  Jasa Modal : 30% X Rp 80.000.000 Rp24.000.000

                  Jasa Usaha : 70% X Rp 80.000.000 Rp 56.000.000

D. Jumlah anggota,simpanan dan volume usaha koperasi:

                  Jumlah Anggota : 142 orang

                  Total Simpanan Anggota : Rp 345.420.000

                  Total Transaksi Anggota : Rp 2.340.062.000.

E. Contoh: SHU yang diterima per anggota

                  SHU Usaha Adi = 5.500/2.340.062 (56.000) = Rp 131,62

                  SHU Modal Adi = 800/345.420 (24.000) = Rp 55,58

                  Dengan demikian, jumlah SHU yang diterima Adi adalah:

                  Rp 131.620 + Rp 55.580 = Rp 187.200



BAB VII

KOPERASI DALAM BERBAGAI STRUKTUR PASAR



1. PENGERTIAN DAN STRUKTUR PASAR



Pasar mencangkup pembeli dan penjual yang actual dan potensial pada produk/jasa tertentu (Dominick Salvatore 1996). Pasar juga diartikan sebagai sebuah institusi atau badan yang menjalankan aktivitas jual beli barang-barang atau jasa-jasa ataupun produk tertentu. Pasar tidak selalu harus merupakan tempat atau bangunan tertentu, melainkan setiap hubungan yang terjadi antara pembeli dan penjual pada suatu produk tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Dalam era informasi, pasar terus berkembang dalam bentuk perdagangan elektronik (e-commerce).

Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar dapat dkasifikasikan menjadi dua macam yaitu :

              1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market)

              2. Pasar dengan persaingan tidak sempurna (imperfect competitive market)



Yang termasuk golongan pasar tidak sempurna ialah :

                   a. Monopoli

                   b. Persaingan monopolistic

                   c. Oligopoly

Setiap pelaku bisnis harus terlebih dahulu mengenali struktur pasar yang akan dimasuki sebelum melakukan perluasan usaha. Dsadari bahwa dalam pasar global kondisi persaingannya sangat keras.



2. KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Struktur pasar yang paling banyak digunakan oleh para ahli ekonomi sebagai dasar analisis dan perencanaan suatu perekonomian ,adapun cirri-cirinya:

                    1. Adanya penjual dan pembeli sangt banyak

                   2. Produk dijual adalah sejenis

                   3. Perusahaaan bebas masuk pasar dan keluar

                   4. Dan para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna

Dalam struktur persaingan pasar sempurna ,harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan(demand) dengan penawaran(supply),oleh sebab itu ,perusahaan yang bersaing dengan pasar persaingan pasar sempurna disebut (price taker)jadi apabila koperasi menjual produknya ke pasar yang mempunyai struktur bersaing sempurna,maka koperasi hanya dapat mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya .dia tidak akan dapat mengpengaruhi harga,walaupun seluruh produk anggotanya dikumpul dan dijual; melalui koperasi.

Oleh sebab itu,persaingan “harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar persaingan sempurna.untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar,maka koperasi harus mampu bersaing dalam hal biaya.menurut konsepsi koperasi biaya produksi akan dapat diminimumkan bedasarkan skala ekonomi baik sebagai koperasi produsen dan koperasi konsumen



3. KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI

Pasar monopoli adalah bentuk struktur pasar dimana hanya ada satu perusahaan penjual dan produk dipasar yang bersangkutan,adapun beberapa cirri-ciri pasar oligopoly yaitu:

                1. Perusahaan penjual atau menghasilkan produk hanya satu

                2. Tidak ada produk subsitusi dengan produk lainnya

                3. Konsumen produk lebih banyak dan bebas bersaing

                4. Bebas masuk /keluar pasar

Koperasi nampaknya agak sulit dalam pasar monopoli karena dimasa akan datamng baik dalam cangkupan local,regional dan nasioanl ,struktur pasar monopoli tidak akan banyak member harapan bagi koperasi ,selain adanya tuntutan lingkungan untuk mengahpus bersifat monopoli,pasar yang dihadapi akan semakin terbuka untuk persaingan.



4. KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Pasar persaingan monopolistic adalah bentuk dari organisasi pasar yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

             1. Banyak penjual dari suatu produk beragam

             2. Produk dihasilkan tidak homogeny

             3. Keluardan masuk ke industry relative mudah

             4. Harga produk tidak sama dipasar

Produk koperasi sangatlah sulit yang tidak ho,mogen ini ditawarkan di pasaran berbagai kemasan produk dengan sedikit perbedaan produk lainnya,oleh sebab itu bila koperasiingin maksimumkan keuntungan dalam struktur pasar monopolistic,maka secara teoritis ,koperasi harus mampu menghasilkan produk sangat berbeda dengan produk dihasilkan olaeh pengusaha linnya ,tentu strategi dan taktik bisnis dalam promosi ,sedikit banyak menentukan perbedaan tersebut.





Sumber book refensi:

Arifin Sitio dan Halomoan Tamba .2005. koperasi teori dan praktik.jakarta;Erlangga